Home NOTE

NOTE

by admin

Pemimpin Redaksi Koran Satu, Kadirah

Selamat datang di situs online koransatu.id

Sewaktu kalian membaca note ini, mungkin kami – dewan redaksi – sedang tertidur di bungalow, pantai Anyer yang nyaman dengan lelap. Ya lelap selelapnya! Kok tidur? Ya…tidur, ngorok, gintur, sleep or what – ever do you –so- call rest. Karena kalau boleh cerita, kami redaksi jarang ketemu bantal yang nyaman selama berbulan-bulan karena sibuk menyiapkan situs yang awalnya kami menerbitkan versi cetak kini ditambah lagi dalam bentuk media online.

Tapi tenang, kami enggak komplain atau ngeluh kok, hell no. Malah kami senang karena berkurangnya tidur kami kini terbayar sudah lewat respon positif dari berbagai kalangan, baik itu dari para politisi, tokoh, akademisi, praktisi, tenaga pendidik, mahasiswa, dan masyarakat sekali pun menyambut baik kehadiran koransatu.id

Dan terima kasih atas tanggapan lewat inbox kami yang kini dibanjir oleh saran, kritik, dan ucapan selamat dari kalian. Sungguh kami tidak menyangka, karya kecil koransatu.id bisa menjadi rujukan untuk semua kalangan. Ini terbukti dari beberapa para pecinta profesi  yang meminta rubrik atau konten di koransatu.id diperbanyak.

Lalu bagaimana dengan rubrik selebriti? Aha, kalau yang satu ini tentu saja cukup rahasia dapur redaksi koransatu.id yang tahu. Karena kami – redaksi – khawatir para pembaca meminta nomor handphone dan alamat rumah para artis. Hahaha.

Tapi yang menarik, ada beberapa saran dari teman satu profesi sebelum Koran Satu versi cetak mengembangkan sayapnya ke situs online, di mana beberapa teman lain mengatakan kepada saya : situs loe jangan terlalu frontal amat. Kritis sih boleh, tapi jangan diungkap semua. Whoa, saya yang mendengarnya langsung tersenyum manis, situs yang notabene masih baru, sudah menuai protes, pikir saya, cool!

Tapi saya pikir-pikir lagi, mungkin saja mereka benar. Sepertinya kebenaran dan kebohongan jaraknya tipis seperti embun pagi di masa ini. Jadi intinya ada sebagian yang mau koransatu.id bisa kompromi dengan realita di luar. Ada berita miring, lurusin dikit, ada yang panas, hangatkan dulu. Kompromi lah…

Bagaimana dengan kalian, setuju? Karena semua tergantung dari kalian pembaca setia. Kami enggak boleh menceritakan kenyataan, karena masyarakat kita udah kadung hobi sama fantasi sinetron, bukan juga infotainment! We’re KORANSATU.ID

Meminjam istilah cendiakian dulu : Kami berpikir, maka kami ada. Itulah koransatu.id. (Kadir)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More